Pesawat Super Tucano dan OV 10 Bronco

Posted: 20 April 2010 in top artikel

Pesawat tempur latih dasar

Pesawat tempur latih dasar adalah pesawat tempur yang digunakan untuk melatih calon calon penerbang dari segi basic (dasar). Biasanya digunakan untuk melatih pilot-pilot sipil atau militer. pesawat yang digunakan adalah pesawat ringan dengan avionik standar meskipun para produsen merancang pesawat tempur latih dasar dengan avionik setara pesawat tempur latih lanjut ataupun mirip dengan pesawat tempur yang akan digunakan. Menggunakan mesin piston ataupun turboprop selain itu sering digunakan untuk membentuk team aerobatik selain menggunakan pesawat tempur utama. Umumnya tidak bersenjata meskipun dapat dimodifikasi untuk membawa senjata ringan untuk fungsi pesawat serang antigerilya (COIN). Memiliki tempat duduk dua dengan posisi side by side (samping kanan kiri) ataupun tandem (muka belakang).

Contoh pesawat tempur jenis ini adalah Super Tucano, KAI KT-1, AS 202 Bravo, Pilatus.

EMB-314/Super Tucano

Tipe : Pesawat serang antigerilya, Pesawat latih

Produsen : Embraer Defense System

Pertama terbang : 1996

Diperkenalkan : 2003

Status : Aktif

Pemakai : Brasilia

Kolombia

Chili

Republik Dominika

EMB-314 (Super Tucano) merupakan pesawat latih berkemampuan COIN (Counter Insurgency) atau pesawat serang antigerilya buatan Embraer Defense System, Brasilia. EMB-314 Super Tucano merupakan pengembangan dari EMB-312 Tucano yang telah terjual 650 unit untuk 15 negara dengan Brasilia sebagai pemakai utama memiliki 130 unit. Penyempurnaan yang dilakukan dari pesawat sebelumnya meliputi sistem avionik, sistem persenjataan dan sistem komunikasi data. Sejak diperkenalkan dan dipakai Brasilia pada tahun 2004, EMB-314 terbukti berhasil melakukan misi penjagaan perbatasan di kawasan Amazon yang terkenal sangat rawan dengan aktivitas penyelundupan dan perdagangan narkotika.

Sistem persenjataan

Super Tucano memiliki 2 senapan mesin yang berada di sayap kiri dan kanan, 5 buah stasiun pengait dengan komposisi masing-masing 2 buah di sayap kiri dan kanan dan 1 buah di badan pesawat dengan beban total 1550 kg. Semua stasiun pengait bisa dipasang bom sejenis MK-81 dan MK-82, peluncur roket jamak, dan bom berpemandu Laser.

Varian

A-29A

kursi tunggal dengan kemampuan serang antigerilya, pendukung tugas udara jarak dekat, menhadang dan menghancurkan pesawat biasa

A-29B

kursi ganda dengan kemampuan sama seperti versi kursi tunggal, dengan kemampuan tambahan sebagai pesawat latih dan fungsi pengawasan udara

OV-10 Bronco

Rockwell OV-10 Bronco di pertunjukan udara, Perancis, 2006.

Tipe : Pesawat serang ringan

Produsen : North American Rockwell International Boeing

Pertama terbang : 16 Juli 1965

Diperkenalkan : Agustus 1967

Status : Aktif

Pemakai : Amerika Serikat

: Jerman Barat

: Thailand

: Venezuela

: Indonesia

OV-10 Bronco adalah pesawat militer ringan berbaling-baling bermesin ganda buatan North American Rockwell sebagai pesawat serang ringan dan pesawat angkut ringan. Pesawat ini dikembangkan pada tahun 1960-an sebagai pesawat khusus untuk pertempuran COIN (COunter-INsurgency) atau anti-gerilya. Walaupun memiliki sayap tetap, kemampuannya mirip dengan kemampuan helikopter serbu berat yang cepat, mampu terbang jarak jauh, murah dan sangat dapat diandalkan.

OV-10 Bronco mampu terbang pada kecepatan sekitar 560 km/jam, memuat bahan peledak eksternal seberat 3 ton, dan mampu terbang tanpa henti selama 3 jam atau lebih. Pesawat ini berharga karena kemampuannya dalam mengemban berbagai misi, memuat berbagai macam senjata dan kargo, area pandang pilot yang luas, kemampuan terbang dan mendarat di landasan yang pendek, biaya operasi yang murah dan kemudahan dalam perawatan. Dalam banyak kejadian, pesawat ini mampu terbang baik hanya dengan menggunakan satu mesin.

OV-10 Bronco dan TNI-AU

TNI-AU saat ini tercatat memiliki 16 unit OV-10F (varian OV-10 khusus untuk TNI-AU) yang tergabung dalam Skadron 1/Bronco Flight yang bermarkas di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Pesawat-pesawat ini dibuat pada tahun 1976 dan berperan aktif dalam konflik di Timor Timur, ketiadaan bom yang baru akan dikirimkan oleh Amerika Serikat setelah 3 tahun dari pembelian disiasati dengan memasang bom-bom Rusia dengan memodifikasi bagian cantelan bom di pesawat. Pada tahun 2007 diketahui beberapa pesawat ini masih aktif dioperasikan oleh TNI-AU.

Setelah mengalami beberapa kecelakaan yang mengakibatkan pilotnya tewas, TNI-AU memutuskan untuk mengganti pesawat ini dengan pesawat yang baru. Salah satu kandidatnya adalah Super Tucano buatan Embraer Brazil. Saat ini pesawat ini dioperasikan oleh beberapa negara di Amerika Latin, a.l. Brazil, Colombia, Guatemala dan Republik Dominika. Selain negara-negara tersebut, sebuah pesawat ini juga digunakan oleh perusahaan tentara bayaran dari Amerika Serikat, Blackwater.

Sebagaimana halnya OV-10 Bronco, Super Tucano juga didesain untuk serangan udara ringan, anti-gerilya, pesawat latih dan patroli perbatasan dengan sistem senjata dan avionik yang lebih canggih.

Komentar
  1. soekarnoismLEFT mengatakan:

    super tucano udah deal gan 10 biji mo dateng, markasnye di malang total pesanan 16 biji..lumayan bisa di BKO kan untuk COIN di irian atau patroli perbatasan di kalimantan

  2. Ndaru mengatakan:

    Kalau Bisa juga kita dapat menguasai Teknologinya juga, Sehingga kita dapat membuat pesawat yang lebih canggih dari super Tucano,. Dengan Alutsista yang lebih Canggih Dari Tomahawk,…di Libya Kendaraan Lapis baja Aza Tak berdaya tuh, kagak ada perlawanan tuch dihajar Tomahawk,…… Jayalah negeriku, Jayalah Bangsaku,…. Hidup Indonesia Slalu jaya,…….

  3. Gogo mengatakan:

    smoga saja super tukino lekas tiba, para pilot udah gatel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s