KRI IRIAN JAYA MONSTER LAUT KEBANGGAAN INDONESIA

Posted: 29 Maret 2010 in top artikel

Operasional

Datang ke Surabaya pada 5 Agustus 1962 dan dinyatakan keluar dari kedinasan AL Soviet pada 24 Januari 1963.Dalam sejarah Militer Soviet, Tidak pernah Uni Soviet menjual kapal dengan bobot seberat ini kepada negara lain kecuali kepada Indonesia. ALRI yang belum pernah mempunyai armada sendiri sebelumnya, belajar untuk mengoperasikan kapal-kapal canggih dan mahal ini dengan cara trial and error / coba-coba. Pada November 1962 tercatat sebuah mesin diesel kapal selam rusak karena benturan hirolis saat naik ke permukaan, sebuah destroyer rusak dan 3 dari 6 boiler KRI Irian rusak. Suhu yang panas dan kelembapan tinggi berefek negatif terhadap armada ALRI, akibatnya banyak peralatan yang tidak bisa dioperasikan secara optimal. Di lain pihak kehadiran kapal ini memberikan efek psikologis bagi Kapal 2x perang AL Belanda terutama
Kapal Induk Belanda Kareel doorman dan membuat AL Belanda secara drastis mengurangi kehadirannya di perairan Irian Barat. Apalagi pd saat itu TNI-AU jg mengoperasikan Bomber Tu-16 Badger yg bisa mengotong
2 Rudal anti kapal perangAS-1 Kennel (rudal ini besarnya sama dgn Pesawat Pemburu Mig 15 !).
Pada 1964 Kapal Penjelajah ini sudah benar-benar kehilangan efisiensi operasionalnya dan diputuskan untuk mengirim KRI Irian ke Galangan Kapal Vladivostok untuk perbaikan. Pada Maret 1964 KRI Irian sampai di Pabrik Dalzavod. Para pelaut dan teknisi Soviet terkejut melihat kondisi kapal dan banyaknya perbaikan kecil yang seharusnya sudah dilakukan oleh para awak kapal ternyata tidak dilakukan. Mereka juga tertarik dengan sedikit modifikasi yang dilakukan ALRI yaitu mengubah ruang pakaian menjadi ruang ibadah (sesuatu yang tidak mungkin terjadi di negara komunis)

Kapal penjelajah sejenis KRI Irian, milik AL Rusia

Setelah perbaikan selesai pada Agustus 1964 kapal menuju Surabaya dengan dikawal Destroyer AL Soviet.Setahun kemudian pada tahun 1965 terjadi pergantian pemerintahan. Kekuasaan pemerintah praktis berada di tangan Soeharto.Perhatian Soeharto terhadap AL RI sangat berbeda dibandingkan Sukarno. Kapal ini dibiarkan terbengkelai di Surabaya, bahkan terkadang digunakan sebagai penjara bagi lawan politik Soeharto Pada 1970 kapal yang terbengkelai ini mulai terisi air. Tidak ada orang yang peduli untuk menyelamatkan Kapal Penjelajah ini.Tercatat KRI Irian dibesituakan di Taiwan pada tahun 1972 dengan alasan kekurangan komponen suku cadang kronis.

Sebagian kini ditenggelamkan untuk biota laut

Lapisan baja Pelindung

Dalam satuan mm:

* Sabuk lapis baja utama : 100 mm
* Buritan : 32 mm
* Dek : 50 mm
* Rumah Dek : 130 mm
* Tempurung meriam utama : 175 mm

Peralatan Elektronik

* Radar:
o Radar Pencari udara Gyus-2
o Radar pencari permukaan laut Ryf
o Radar navigasi Neptun
* Sonar:
o Tamir-5N dipasang di hull
* Lain-lain:
o Machta ECM (electronic Counter Measures)

Senjata artileri KRI Irian

Senjata utama dari KRI Irian adalah buah 4 turret, dimana setiap turret berisi 3 meriam berukuran 6 inchi. Sehingga total ada 12 meriam kaliber 6 inchi di geladaknya.[2]
Pemandanagn lain dari RI Irian.

* 10 Tabung Torpedo anti-Kapal selam kaliber 533 mm
* 12 Buah Kanon tipe 57 cal B-38 Kaliber 15.2 cm (6 depan, 6 Belakang)
* 12 Buah Kanon ganda tipe 56 cal Model 1934 6 (twin) SM-5-1 mounts Kaliber 10 cm
* 32 Buah Kanon multi fungsi kaliber 3,7 cm
* 4 Buah triple gun Mk5-bis turrets kaliber 20 mm (untuk keperluan anti-Serangan udara)

Tenaga penggerak

Sebagai tenaga penggerak, KRI Irian mengandalkan 2 buah turbin uap TB-72 yang mendapat pasokan uap dari 6 buah Pendidih KV-68 dan disalurkan melalui 2 buah shaft.

Tenaga total yang tersedia adalah sekitar 110.000 hp sampai 122.000 hp pada kedua shaft, tenaga ini mampu membuat kapal 13.600 ton ini mencapai kecepatan maksimum 32,5 knot. Sedangkan jarak maksimum yang bisa ditempuh adalah 9000 mil laut dengan kecepatan konstan 18 knot.[2]

Jumlah awak kapal

Kapal ini dapat memuat 1.270 awak kapal, termasuk 60 orang perwira, 75 perwira pengawas, 154 perwira pertama.

Meriam kaliber 6 inchi, total ada 12 meriam dengan 4 turret

Komentar
  1. tri mengatakan:

    dikawasan mana ditenggelamkan mgkn bisa diagendakan sebagai diving spot bisa jadi tambahan devisa tp setelah sekian lama apa masih ada bangkainya didasar laut

  2. Wildo Fordy Lembong mengatakan:

    Salam kenal ya…Permisi neh saya baru gabung hehehe boleh kan?..Ok..dan yang pertama saya sangat senang akan Blog ini karena sudah mau mengangkat tentang militer & beserta ALUTISTA nya dan saya akan memberikan komentar saya tentang KRI IRIAN ini…Menurut saya, kita sebagai bangsa Indonesia harus bersyukur akan adanya Blog ini..karena dengan adanya Blog ini, kita bisa tahu tentang suatu benda yang sangat ajaib (menurut saya) yang pernah dimiliki oleh Bangsa Indonesia ini..yaitu sebuah kapal Perang dengan jenis Penjelajah, yang dibeli dari negara “kiri” USSR yang sangat disegani kawan dan ditakuti oleh lawan. Saya salut sekali dengan penuh hormat untuk pemimpin Bangsa Indonesia No.I kita, yaitu Ir. Soekarno. Karena pada masa pemerintahan beliau lah kita dapat memiliki monster laut yang sangat menyeramkan bagi negara manapun yang berniat mengganggu dan melecehkan NKRI kita ini…Andaikan kita sekarang masih memiliki 1 saja yang paling canggih, yang dapat menyaingi KRI IRIAN (yang tentunya sesuai dengan kemajuan HI-Tech masa kini), mungkin kita tidak dapat dilecehkan ataupun diganggu kedaulatan NKRI kita, seperti yang sekarang kita alami dengan Malaysia..!! Walaupun mungkin sudah tidak ada lagi KRI IRIAN di muka bumi ini, tapi saya pribadi tidak akan pernah mau untuk melupakan KRI IRIAN kita itu.

    Sekali lagi saya katakan..” God Bless Indonesia till the end of time..!!”

    • BILAL mengatakan:

      Pak Aldo yth, jangan kan oleh negara lain oleh bangsa sendiri ajah kita belum bisa maengatur. coba kalo orang2 pinter kita gak korupsi. hah Insya Allah negara ini akan di segani. Bangsa ini perlu orang-orang yang jujur.

  3. Wildo Fordy Lembong mengatakan:

    Ohiya sorry ampir lupa neh…punya ngga foto2 ALUTISTA & berbagai persenjataan yang pernah di pakai oleh para Pejuang PERMESTA pada tahun2 sekitar 1958-an, sampai pergolakan terakhir pada tahun 1961? Terima kasih ya sebelumnya..

  4. ari mengatakan:

    saya sangat bangga dgn KRI IRIAN karna kapal perang canggih yg pertama dimiliki indonesia,dan saya berharap agar indonesia bisa membuwat kapal perang seperti KRI IRIAN,karna kapal itu di lengkapi meriam yg besar dan banya,saya malu melihat kapal perang buwatan indonesia karna meriamnya sudah kecil dan hanya 1 pulak,kalau bagi saya meriam yg dibutuhkan kapal perang itu seharusnya ada 3 .2 di depan dan 1 di belakang dgn 1 turret berisi 3 meriam jadi kalau da 3 turret berarti ada 9 meriam dan juga harus dilengkapi dgn torpedo anti kapal selam dan pertahanan udara dan memiliki radar yg canggih DLL sekian dari harapan ank bangsa

    • soekarnoismLEFT mengatakan:

      waduh pikiran agan masih condong ke era battle ship perang dunia satu dan dua kek bismarck dan yamato hehehhe…hari gini maenannye udah YAKHNOT,HARPOON,VLS,KASHTAN,CIWS etc..etc…meriam hanya menjadi secondary weaponary saja..

  5. arnoldi mengatakan:

    seandainya kapal itu masih ada, wah negeri ini disegani lawan dan kawan. apalagi alutsista dipercanggih, misalnya dilengkapi rudal anti kapal selam dan rudal anti serangan udara multifungsi, bila perlu dilengkapi senjata semacam CIWS dan ECM..1 aja ditakuti lawan apalagi punya 2 atau lebih…

  6. kiki mengatakan:

    bagus sekali,aturan kita perbanyak armada kapal laut

  7. dimas mengatakan:

    jadi sebenarnya Indonesia Tidak kalah dengan negara lain yeah…
    Wah hebat…

  8. tex15 mengatakan:

    KRI IRIAN SANG MONSTER LAUT KEBANGGAAN INDONESIA kini sudah di karamkan, posisi kekuatan pertahanan laut kita ketika masih memilikinya berada di level 2 di kawasan Asia Timur dan level 1 di kawasan Asia Tenggara.

    Meski sekarang Indonesia sudah mememiliki korvet buatan Jepang sesuai dengan standar NATO juga SIGMA buatan Belanda, tetap saja membuat Indonesia berada di level 4 untuk pertahanan laut.

    Bila memang penjabat negara ini memiliki niat kuat untuk menaikan lagi pamor pertahanan kita maka tidak salah bila dana untuk pembangunan gedung pemerintah, perkotaan, dana tunjangan penjabat – DPR, yg nota bene masih layak dan berlimpah dibanding sekolah – sekolah dan infra struktur di daerah perbatasan negara ini di alokasikan untuk fasilitas tersebut, karena masyarakat disana adalah salah satu bagian dari garda pertahanan negara.

    Kedua membeli beberapa kapal laut penjelajah sekelas KRI Irian untuk di tempatkan pada tiap gerbang masuk teritorial perairan Indonesia, mengganti semua kendaraan BTR tahun 50-an dengan BTR yg modern untuk pendaratan pantai sebagai pendukung pasukan Marinir yg betugas membuka jalan di daerah musuh melalui pantai.

    Membeli pesawat tempur sekelas Sukhoi 27 atau Sukhoi 30 -35 kembali karena jumlah 10 buah sama sekali tidak cukup memperkuat kekuatan udara kita, minimal kita harus punya 15 buah disetiap pulau besar dengan persenjataan yang lengkap. Helikopter dan pesawat cargo pengangkut personel pun mesti di tambah sekitar 25 buah disetiap pulau terbesar , tidak seperti saat ini hanya ada 1 buah heli di perbatasan kalimantan barat dengan Malaysia yg berfungsi rangkap sebagai helikopter medis, patroli dang pengangkut personel.

    Bila uang 500 rupiah dari setiap orang untuk Prita dapat terkumpul, apalagi bila untuk membeli Alutsista, saya yakin seluruh warga negara Indonesia rela menyumbangkannya, asalkan:

    1. Pemerintah tidak gengsi menerimanya, akui saja kalau lalai mengabaikan kekuatan pertahanan kita karena sibuk berpolitik

    2. Tidak di korupsi, di audit secara terbuka dan transparan

    3. Tidak asal beli dengan menomor dua kan kualitas ingat yg di gunakan adalah uang rakyat langsung

    4. Melakukan bargaining tranfer teknologi sehingga kita dapat memproduksi suku cadang hingga arsenal

    5. Dana tersisa dipakai untuk menambah pembangunan infra struktur fasilitas rakyat di sepanjang daerah perbatasan.

    Ini memang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, entoh kita lahir pun di bidan, rumah sakit atau paraji tidak langsung dangdutan, tapi bila mau dan memiliki niat 1000% saya yakin kita mampu.

    Salam

  9. BILAL mengatakan:

    Susah jika pemerintahannya masih KORUP.

  10. Sudah saatnya kita memperkuat armada laut krn sejarah membuktikan dengan kekuatan lautnya Indonesia menjadi Negara yang Kuat krn kita Negara Kepulauan yang sangat rentan dimasuki oleh musuh. Lihatlah dengan keterbatasan Armada kita saat ini hampir kita tidak dapat mengontrol wilayah maritim kita. Mengapa Pemerintah tidak melihat kesana. Mengapa saat ini banyak kapal dibuat Dinas atau Instansi baru di laut yang sangat membebani Anggaran untuk operasionalnya.

    Seharusnya difokuskan saja Anggaran Militer pertahanan kita di fokuskan kepada penguatan Armada Laut kita khususnya pengadaan KRI yang memadai bila perlu kita memiliki Kapal Induk seperti Thailand.

    Pada Tahun 1963 Kita mempunyai 1 Kapal Perusak yaitu KRI Irian sudah membuat Amerika dan Inggris pikir-pikir untuk berhadapan dengan Indonesia.

    Perlu kita ketahui mengapa Presiden Soekarno begitu berani untuk konfrontasi dengan Malaysia, itu disebabkan krn kita memiliki Kekuatan Militer Laut yang kuat.

    Memperkua Armada Laut adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, kalau kita tidak ingin menjadi Negara yang disepelekan dengan Negara lain.

    Saya sangat sedih mengapa Para elit dan pemimpin kita tidak berfikir kesana?. Apakah sudah hilang jiwa Nasionalisme mereka, atau mereka adalah antek-antek dari Amerika yang sengaja membuat Angkatan Laut menjadi Lemah.
    ——————————————————————————————————————–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s